Presiden SBY

Presiden SBY
Lanjutkan!

RI 1 & Ikang Fawzi Suamiku

RI 1 & Ikang Fawzi Suamiku
Presiden SBY & Ikang Fawzi dari REI

Kenangan Politik Hukum Mazhab Bulak Sumur, UGM dalam hati Ikang Fawzi & Marissa Haque, Jan 2011

Kenangan Politik Hukum Mazhab Bulak Sumur, UGM dalam hati Ikang Fawzi & Marissa Haque, Jan 2011
Kenangan Politik Hukum Mazhab Bulak Sumur, UGM dalam hati Ikang Fawzi & Marissa Haque, Jan 2011

marissa haque Pak Habibie, Orbit, YAyasan, 18 Des 2010

marissa haque Pak Habibie, Orbit, YAyasan, 18 Des 2010
marissa haque Pak Habibie, Orbit, YAyasan, 18 Des 2010

Belajar Integritas Langsung pada Data Primer

Belajar Integritas Langsung pada Data Primer
Prof. Dr. Meutia Hatta (Mantan Meneg PP) & Hj. Marissa Grace Haque Fawzi

Hubbudunya

Hubbudunya
Mencintai Dunia & Lupa Akhirat
Tampilkan postingan dengan label CIcak Buaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CIcak Buaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 November 2009

Menurut Adnan Buyung Kenapa Yulianto Nggak Dicari?: dalam Marissa Haque

Jumat, 13/11/2009 16:53 WIB

Shohib Masykur - detikNews
(Foto: dok detikcom)

Jakarta - Yulianto masih menjadi sosok misterius dalam kasus Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah. Hingga kini polisi belum berhasil menemukan pria yang disebut-sebut Ari Muladi sebagai orang yang diberinya uang untuk diserahkan kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution pun menyesalkan kurang maksimalnya polisi mencari Yulianto. "Ari Muladi bilang kasih uang kepada Yulianto. Terus kenapa Yulianto nggak dicari?" kata Adnan di Gedung Wantimpres, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2009).Dari hasil pemeriksaan Tim 8, terungkap bahwa Ari menerima uang dari Anggodo untuk diberikan kepada KPK. Dalam hal ini menurut Buyung ada dua kemungkinan yakni bisa penyuapan atau pemerasan.
"Kalau penyuapan, dua-duanya harus dihukum," kata Buyung. Sebelumnya, pada Rabu (11/11) lalu, polisi mengaku sudah maksimal mencari Yulianto. Ketidakjelasan sosok Yulianto menyulitkan polisi menemukan pria yang menjadi tokoh kunci dalam kasus Bibit-Chandra ini. Polisi berharap Yulianto bukanlah sosok fiktif yang dikarang Ari Muladi.(sho/nwk)

Kriminalisasi Pimpinan KPK Muhammadiyah Imbau SBY Gunakan Rekomendasi Tim 8: dalam Marissa Haque


Jumat, 13/11/2009 17:32 WIB

Didi Syafirdi - detikNews

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta menindaklanjuti hasil rekomendasi Tim 8 dalam kasus kriminalisasi terhadap dua pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Hal ini dimaksudkan supaya kasus ini tidak semakin berlarut-larut.
"Tim 8 dibentuk oleh presiden, sebaiknya presiden ambil rekomendasi dari Tim 8, itu absah," ujar salah satu Ketua DPP Muhammadiyah Haedar Nashir kepada wartawan di kantornya, Kantor PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2009).
Menurut Haedar, karena Tim 8 yang diketuai oleh Adnan Buyung ini terbentuk atas mandat presiden, maka sudah seharusnya rekomendasi digunakan tanpa harus melimpahkan lagi kepada pihak lain. "Tidak perlu dilempar lagi ke pihak lain. Nanti berputar-putar justru tidak selesai-selesai," kata dia.
Haedar melihat kondisi penegakan hukum sekarang ini sudah tidak berjalan dengan objektif. Banyak kepentingan dari para penegak hukum dan juga pihak-pihak tertentu yang membuat praktek hukum di Indonesia berjalan secara subyektif. "Kami lihat persoalan penegakan hukum, ternyata tidak bisa objektif," imbuhnya.
Dalam kasus yang krusial ini, Haedar menghimbau pemerintah untuk berani melakukan terobosan dengan mengambil tindakan cepat supaya permasalahan ini dapat segera terselesaikan."Harus ada keberanian melakukan teroboson terhadap kasus yang krusial ini," tandasnya.(did/nvc)

Menurut Tim 8 Ada Proses Internal KPK Sebelum Laporan Antasari: dalam Marissa Haque


Shohib Masykur - detikNews

Jumat, 13/11/2009 20:35 WIB
(Foto: dok detikcom)

Jakarta - Rekaman percakapan Antasari Azhar dengan buron KPK Anggoro Widjojo di Singapura terkuak setelah Antasari ditahan polisi. Laporan adanya rekaman ke polisi itu merupakan inisiatif Antasari, namun proses internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berjalan sebelum Antasari melaporkan hal itu.

"Salah satu pertanyaan penting yang ingin kita kuak adalah bagaimana urutan proses ini terjadi. Dan kita, menurut info terakhir, mendapatkan kesimpulan bahwa inisiatif pelaporan ini datang dari Antasari Azhar," ujar anggota Tim 8, Anies Baswedan.

Anies menyampaikan hal itu usai Tim 8 memeriksa pimpinan KPK nonaktif Chandra M Hamzah di Gedung Wantimpres, Jl Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (13/11/2009).

Yang menjadi pertanyaan, imbuh Anies, apakah pimpinan KPK mengetahui mengenai adanya rekaman itu sebelum Antasari melakukan pelaporan. Untuk itulah keterangan Chandra sangat penting untuk mengklarifikasi fakta yang sebelumnya simpang siur itu. Dan ternyata pimpinan KPK sudah melakukan proses internal menindaklanjuti rekaman yang ditemukan dalam laptop Antasari itu."Hal baru yang kita ketahui adalah bahwa ternyata di KPK sudah dilakukan rapat pimpinan untuk mem-followup-i temuan rekaman yang dibuat oleh Antasari Azhar. Dan itu terjadi sebelum ada pelaporan ke polisi," jelas Anies.

Bukti proses internal KPK itu, imbuhnya, adalah notulensi rapat serta surat tugas untuk pihak direktorat terkait.Kronologi tentang testimoni Antasari sejak terbukanya rekaman, proses internal KPK hingga laporan Antasari, lanjut Anies, akan dituangkan dalam laporan Tim 8. Mengenai motivasi Antasari yang menemui Anggoro dan merekam percakapannya tidak ditanyakan kepada Chandra.

"Mengenai motivasi Antasari, kita tidak tanya itu. Kita lebih banyak menanyai posisi Pak Chandra dan informasi mengenai pertemuan di Singapura," jelas Anies. (nwk/rdf)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/11/13/203525/1241519/10/tim-8-ada-proses-internal-kpk-sebelum-laporan-antasari

Entri Populer