Presiden SBY

Presiden SBY
Lanjutkan!

RI 1 & Ikang Fawzi Suamiku

RI 1 & Ikang Fawzi Suamiku
Presiden SBY & Ikang Fawzi dari REI

Kenangan Politik Hukum Mazhab Bulak Sumur, UGM dalam hati Ikang Fawzi & Marissa Haque, Jan 2011

Kenangan Politik Hukum Mazhab Bulak Sumur, UGM dalam hati Ikang Fawzi & Marissa Haque, Jan 2011
Kenangan Politik Hukum Mazhab Bulak Sumur, UGM dalam hati Ikang Fawzi & Marissa Haque, Jan 2011

marissa haque Pak Habibie, Orbit, YAyasan, 18 Des 2010

marissa haque Pak Habibie, Orbit, YAyasan, 18 Des 2010
marissa haque Pak Habibie, Orbit, YAyasan, 18 Des 2010

Belajar Integritas Langsung pada Data Primer

Belajar Integritas Langsung pada Data Primer
Prof. Dr. Meutia Hatta (Mantan Meneg PP) & Hj. Marissa Grace Haque Fawzi

Hubbudunya

Hubbudunya
Mencintai Dunia & Lupa Akhirat

Senin, 20 Desember 2010

Ikang Fawzi Serius di Musik & Serius di Pendidikan (Nilai Ujian Thesis MBA dapat "A" Bulat): Marissa Haque

Ikang Fawzi Raih Gelar MBA di UGM

Ikang Fawzi (Foto:Arie Yudhistira/Koran Sindo)

JAKARTA - Ikang Fawzi tengah bergembira. Jerih payahnya kuliah selama 1,5 tahun berbuah manis. Suami Marissa Haque ini meraih gelar MBA dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Saya senang sekali akhirnya bisa dapat gelar. Saya kuliah selama 1,5 tahun. Selesainya bisa cepat karena saya serius sekali," ungkap Ikang yang dihubungi okezone, Selasa (14/12/2010).

Rocker kelahiran 23 Oktober 1959 itu mengambil judul tesis Analisa Strategi Bisnis Properti-tainment di Salah Satu Industri Bisnis Properti (studi pada PT Impian Jaya Ancol). Dia membuat tesis dengan judul demikian dengan alasan tersendiri.

"Saya pikir bisnis ini kan yang penting bisa berkelanjutan. Banyak yang berbisnis, tapi kemudian hilang. Kalau Ancol ini pernah diterpa krisis ekonomi 1998 dan 2008, tapi bisa bertahan karena dia menggunakan properti-tainment. Jadi entertainment itu untuk mempercepat recover industri properti yang sedang lesu," bebernya.

Berkat keseriusan dalam menggarap tesis setebal 300 halaman, ayah dua anak ini mendapat nilai sempurna, "A". "Secara ilmiah itu memang bidang saya. Intinya, di situ saya gunakan ilmu yang saya punya. Jadi saya lama di entertain, kemudian ingin saya ilmiahkan," urainya.

Disinggung tentang kegiatan sang istri yang giat menimba ilmu, Ikang memberikan pujian.

"Wah, kalau dia sih gila sekolah. Kalau saya enggak seperti dia yang sekolah terus kayak sudah jadi makanan sehari-hari. Mungkin kalau dia di UGM mengambil dua gelar sekaligus, MBA dan hukum (MH)," katanya.

Minggu, 17 Oktober 2010

Illegal Logging di Riau Tidak 'Diberesi" Presiden SBY dalam Forum Previlegiatum (Diduga): Marissa Haque Fawzi di FH-UGM

Tribunnews.com - Minggu, 17 Oktober 2010, 20:10 WIB, Kompas

Marissa Haque, Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Fakhrurrodzi

TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Artis yang juga pegiat lingkungan hidup, Marissa Haque, menjadi pembicara dalam acara Dialog Publik Pulihkan Riau Pulihkan Indonesia Tiga Dekade Walhi, 1980-2010, Minggu (17/10/2010) di Taman Kota Pekanbaru.

Marissa Haque mengatakan, untuk memulihkan hutan Riau dan Indonesia, diperlukan a very strong leadership (kepemimpinan yang kuat dan komitmen tinggi) untuk menghentikan penebangan liar, melalui asas FORUM PREVILEGIATUM bilamana seluruh perangkat hukum yang tersedia dinegeri ini tidak lagi dapat menyelesaikan masalah pencurian kayu sistemik serta berkelanjutan tersebut.

"Dulu di Riau ada Kapolda yang memiliki komitmen untuk mengatasi pembalakan liar. Namun, akhirnya dikalahkan oleh kekuasaan," kata istri rocker terkenal Ikang Fawzi ini.

Marissa Haque selama tahun 2008 pernah beberapa kali datang ke Riau untuk meneliti kehancuran hutan Riau guna menyelesaikan Disertasi S3-nya di IPB Bogor. Saat itu, artis ini banyak dibantu oleh para aktivis lingkungan di Riau dan mantan Kapolda Riau, Irjen Pol Sutjiptadi.

"Gak lihat baju saya pakai sekarang ini, cokelat? Karena hutan Riau tidak lagi hijau lagi," kata Icha, panggilan akrabnya.

Hadir dalam Diskusi Publik tersebut Prof Jonotoro dan Direktur Ekeskutif Walhi, Hariansyah. "Mari kita mulai dari diri sendiri dan hari ini untuk selamatkan hutan Riau," ajak Icha.(*)

Editor : Juang_Naibaho
Source : Tribun Pekanbaru



Sumber:
http://www.tribunnews.com/2010/10/17/marissa-haque-kritisi-hutan-riau

Terimakasih banyak adinda Oji adikku aktivis Muhammadiyah di Provinsi Riau yang disayang Allah... May God bless you my brother in faith...

Rabu, 14 April 2010

Polda Metro Jaya dalam Dugaan Makelar Hukum Pidana Pendidikan Ratu Atut Chosiyah SE dari Universitas Borobudur, Jaktim: Marissa Haque

Sumber: [GoSpot] Marissa Haque geram laporannya dihentikan penyidikannya. 17/12/2008



Polisi baik hati AKBP Dharma Pongrekun matan Wadirskrimun Polda Metro Jaya sebagai 'malaikat' penolong saat mencoba menjujurkan keadilan dan membingkai politik dengan hukum positif Indonesia yang ternyata SANGAT MANDUL serta teramat-sangat-kelewat memalukan bagi kita semua yang pernah belajar di Fakultas Hukum Indonesia!

Kami sekeluarga sebenarnya sangat khawatir akan jihad hukum yang sangat berbahaya Ibu Asuhku Marissa Haque dalam melawan (dugaan) delik pidana Ijazah ASPAL (Asli tapi Palsu) Ratu Atut Chosiyah, SE (dari Bambang Jaim)
[GoSpot] Marissa Haque geram laporannya dihentikan penyidikannya. 17/12/2008

Selasa, 08 Desember 2009

Pesanku untuk Angelina Sondakh: Marissa Haque

Sangat terkejut membaca diinternet pernyataan Angelina Sondakh atas gerakan akar rumput membela Prita Mulyasari, saya hanya ingin agar Angie tidak terjebak dengan polemik yang akan merugikan dirinya sendiri. Karena saya menduga apa yang dilakukannya adalah melawan arus gerakan menjujurkan keadilan dan membingkai politik dengan hukum.

Kita semua tahu ada udang dibalik batu atas kasus UU ITE yang dimanipulir Jaksa Tinggi Dondi terkait dengan kasus dugaan gratifikasi yang dia peroleh dari tersangka kasus korupsi Bank Jabar-Banten mantan Bupati Pandeglang, Banten Ahmad Dimyati Natakusumah (kader PPP) sebesar Rp 200 Milyar Rupiah,-. Dan pemerikasaan Dimyati molor sampai hampir 2 (dua) tahun karena dia diduga mendapat perlindungan khusus dari Ratu Atut Chosiyah!

Kalau dulu Angie dan Adjie tidak membantu sama sekali upaya menjujurkan keadilan atas laporan saya atas dugaan ABUSE of POWER Ratu Atut disaat mengikuti Pilkada Banten 2006, maka sebaiknya Angie yang tidak tahu apa-apa "soal korupsi akut" di Provinsi Banten ini sebaiknya tidak usah memberikan komentar yang kontra produktif. Karena rakyat sekarang sama marahnya dengan saya dan Zulkieflimansyah pada tahun 2006-8 lalu. Dimana Presiden SBY dan tim yang diduga demi kepentingan politik Pilpres 2009 lalu sengaja mendiamkan informasi tentang penyalahgunaan kewenangan dan hukum di Indonesia!
Reformasi 1998 lalu ternyata belum cukup mengubah rezim status quo! Kurang lebih sama dengan apa yang dikatakan Nicollo Machiavelli dalam Il Principe.
Hidup revolusi Indonesia!

Bela Habis SBY, Angelina Sondakh Mengkritik Gerakan Peduli Koin untuk Prita, Ada Apa?


Selasa, 08/12/2009 21:01 WIB

Angelina Sondakh Curigai Gerakan Kumpulkan Koin untuk Prita

Fakhmi Kurniawan - detikhot
Angelina Sondakh (rachman/hot)

Jakarta Sejumlah anggota masyarakat menunjukkan aksi solidaritasnya dengan mengumpulkan koin untuk membantu Prita Mulyasari. Namun gerakan itu malah dicurigai oleh Angelina Sondakh.
"Saya punya kekhawatiran sendiri tentang gerakan sosial ini, tapi semoga saja gerakan ini jangan sampai ada tindakan anarkis atau merugikan banyak orang yah," ujar Angelina saat berbincang dengan detikhot lewat telepon, Selasa (8/12/2009).
Angelina meminta agar solidaritas pengumpulan koin untuk Prita tidak dijadikan ajang untuk memojokkan pihak tertentu. Selama masih untuk menggalang kebersamaan, istri Adjie Massaid itu memahaminya.
Gerakan mengumpulkan koin ditujukan untuk membantu Prita yang diganjar hukuman membayar denda Rp 204 juta oleh Pengadilan Tinggi Banten. Putusan itu dijatuhkan karena gugatan yang dilayangkan oleh RS Omni International.
Anggota DPR dari Partai Demokrat itu pun juga mengomentari mengenai aksi memperingati Hari Anti Korupsi 9 Desember 2009 esok. Ibu satu anak itu berharap masyarakat yang berdemo tetap damai dan menjunjung asas praduga tak bersalah, katanya sembali gigih membela SBY.(fjr/hkm)

Kamis, 19 November 2009

Rekaman Anggodo, Polri Panggil Seputar Indonesia & Kompas: dalam Marissa Haque


Polhukam
Kamis, 19 November 2009 - 19:43 wib

Kemas Irawan Nurrachman - Okezone

JAKARTA - Polisi memanggil sejumlah media massa atas pemberitaan transkip rekaman pembicaraan Anggodo Widjojo yang diputar di Mahkamah Konstitusi pada 3 November lalu.
Di antara media massa yang terkonfirmasi atas pemanggilan dari Mabes Polri adalah Koran Kompas dan Koran Seputar Indonesia (SI). Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bangun menjelaskan pihaknya sudah menerima surat pemanggilan tersebut.
"Sudah kita terima. Surat itu tertanggal 18 November dan baru kita terima hari ini," kata Rikard kepada okezone di Jakarta, Kamis (19/11/2009). Dalam surat pemanggilan tersebut, lanjut Rikard, berisi permohonan keterangan untuk menjelaskan pemberitaan tentang transkrip rekaman pembicaraan telepon antara Anggodo Widjojo, dengan orang yang telah diperdengarkan di sidang MK.
"Tapi kita belum tahu substansi pemanggilan tersebut. Namun sebagai warga negara yang baik, kita akan memenuhi panggilan tersebut," tuturnya. Hal senada juga disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Koran Seputar Indonesia Sururi Alfaruq. "Kami akan tetap beritikad baik untuk memenuhi panggilan tersebut. Hanya kami berharap agar tidak ada sesuatu di balik pemanggilan media massa, baik Koran Seputar Indonesia maupun Kompas," ujarnya.

Sururi menambahkan, terbersit pertanyaan maksud pemanggilan Mabes Polri tersebut. "Kami agak bertanya-tanya, mengapa sedikit-sedikit Polri memanggil media. Sebenarnya ada apa sih dengan media?" tanya Sururi Alfaruq.

Pemanggilan terhadap Koran Seputar Indonesia dan Kompas tersebut dijadwalkan pada Jumat 20 November besok pukul 10.00 WIB. (mbs)

Sumber: http://news.okezone.com/read/2009/11/19/339/277381/rekaman-anggodo-polri-panggil-seputar-indonesia-kompas

Ketika Cicak Bersaksi, 2009: dalam Marissa Haque

Ketika Cicak Bersaksi

Generasi 19 60
19 November 2009, Pk 14:54

Beberapa hari yang lalu, ketika sedang membuka account facebook, aku mendapatkan sebuah gambar yang sangat bisa dikatakan kreatif dan juga inovatif. Ya, gambar tersebut menggambarkan kisah yang sudah beberapa bulan terakhir menjadi hot topik bagi dunia pemberitaan.

Gambar tersebut menceritakan tentang sembilan orang yang terlibat dalam satu sistem yang sangat rumit. Sistem tersebut membuat Chandra Hamzah dan Bibit sempat di tahan oleh kepolisian. Tetapi, atas desakan masyarakat yang menduga bahwa mereka berdua tidak bersalah dan juga rekomendasi TIM 8 untuk mengeluarkan untuk mengeluarkan mereka berdua.
Disisi lain, gambar tersebut menceritakan seorang Anggodo yang merupakan pemeran utama dan gambar tersebut. Anggodo yang menjadi artis dadakan setelah sebuah rekaman diperdengarkan di Gedung Mahkamah Konstitusi, sehingga membuat masyarakat mengetahui hal yang sebenarnya dalam sistem penegakkan hukum di Indonesia ini.

Pemain lain yang juga merupakan Ketua Tim 8 yaitu Adnan Buyung Nasution. Tim 8 dibentuk dengan tujuan untuk mencari fakta-fakta seputar kasus cicak dan buaya dengan tujuan untuk membantu presiden memecahkan masalah ini. Tim 8 banyak menerima dukungan masyarakat dan juga banyak menerima kritik dari Masyarakat. Kini, tugas Tim 8 telah usai. Mereka telah memberikan rekomendasi mereka kepada presiden. Presiden akan mengumumkannya hari senin (22/11). Semoga keputusan presiden tersebut merupakan yang terbaik bagi bangsa ini.

Aktor lain yang juga tidak kalah pentingnya yaitu, Antasari Azhar. Antasari yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnain saat ini sedang mengalami sebuah cobaan yang sangat berat. Ia dituduh melakukan pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnain. Hal tersebut juga didukung dengan perkataan saksi yang bernama Rani Juliani yang merupakan mantan caddy golf.
Tetapi, ada satu hal yang menarik dari gambar ini. Wiliardi Wizard yang merupakan salah satu aktor dalam gambar ini mengatakan bahwa ia merasa ditekan dalam pembuatan BAP dengan tujuan untuk memojokkan Antasari Azhar. Wiliardi mengaku ditekan oleh peyidik pada saat pross penyidikan.

Ari Muladi yang merupakan orang suruhan dari Anggodo untuk mengirimkan uang kepada Pimpinan KPK ternyata meminta maaf kepada Bibit dan Chandra dikarenakan ia tidak memberikan uang tersebut secara langsung kepada-nya, tetapi melalui Yulianto.
Kasus ini kemudian juga diduga melibatkan Kabareskrim Polri Susno Duaji. Pak Susno selalu disebut-sebut dalam percakapan tersebut. Ia diduga menerima dana beberapa Miliar. Tetapi, hal tersebut dibantah oleh Pak Susno Duaji. Ia bersumpah bahwa ia tidak menerima dana tersebut.

Terlepas dari itu semua, semoga hal-hal ini tidak terulang kembali. Marilah kita semua jujur, baik kepada diri sendiri maupun kepada bangsa dan negara. Mari bersama-sama kita bangkitkan kembali bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan menjadi pemimpin bagi negara-negara lain.

Sumber: http://politik.kompasiana.com/2009/11/19/ketika-cicak-bersaksi/

Foto diambil dari: http://ohs87.blogspot.com/2009/11/ketika-cicak-bersaksi.html

Entri Populer